Peringatan lalu lintas mahasiswi ITS juara kompetisi Astra

Peringatan-lalu-lintas-mahasiswi-ITS-juara-kompetisi-Astra

Melati Dyah Kumalasari, alat peringatan dini pelanggaran lalu lintas yang disebut Mamnu Wuquf, diberikan oleh seorang mahasiswa di Institut Teknologi Surabaya (ITS) di Surabaya, Jawa Timur, pada 10 November, memenangkan tempat pertama dalam kompetisi Road Safety Challenge.

“Pesan moral dalam bentuk jera jelas diungkapkan dalam alat modifikasi yang dapat memperingatkan pelaku sebelum tanda-tanda yang melarang parkir dan berhenti. Ini dianggap yang terbaik,” katanya di Medan, Sabtu (23 September).

Penghargaan yang diberikan oleh PT Astra International Tbk dalam rangka peringatan ulang tahun ke 60 di Medan, diterima oleh Melati Dyah Kumalasari, yang mewakili kelompoknya yang berempat.

Setelah menerima penghargaan, Melati mengatakan bahwa peraturan lalu lintas harus diikuti, tetapi banyak rambu dilanggar oleh pengguna jalan yang kekhawatirannya masih rendah.

“Agar tidak terluka, pengguna jalan harus diingatkan,” kata Melati

Dia menjelaskan bahwa perangkat modifikasi yang menggabungkan sensor berat dengan suara yang dipasang pada tanda tidak boleh parkir atau berhenti.

Jika ada pengguna kendaraan yang berdiri di depan rambu-rambu untuk waktu tertentu

, sirene berbunyi menurutnya.

Dia memperingatkan sirene yang akan mengejutkan para pelaku untuk memberi tahu mereka bahwa mereka melukai kendaraan dan akhirnya memindahkannya.

Pada tahap awal, katanya, alat modifikasi peringatan dini dipasang pada tanda-tanda yang tidak dapat diparkir di dua titik di Bojonegoro, dua titik di Gresik, dan satu titik di Ngawi, semuanya di provinsi Jawa Timur.

“Karena pemantauan, suara sirene alat modifikasi itu bertindak sebagai pencegah pelanggaran dan harus dipublikasikan,” katanya.

Melati mengatakan bahwa dia akan pergi ke Jepang pada Januari 2018 untuk bekerja

di salah satu perusahaan terkenal di sektor pendingin udara.

Sementara itu, Brigadir Jenderal Chrysnanda Dwilaksana, Direktur Jenderal Keamanan dan Perlindungan Korps Transportasi Mabes Polri (Dirkamsel Korlantas Polri) mengatakan bahwa program keselamatan lalu lintas Astra membantu pengguna kendaraan mengetahui tanggung jawab mereka dan pada akhirnya didisiplinkan untuk lakukan sesuai dengan peraturan lalu lintas.

“Astra dengan festival Indonesia Come Safe Passing Through

(IAABL) menginspirasi,” katanya.

Suparno Djasmin, Direktur TB PT Astra International, mengatakan festival IAABL adalah bentuk kepedulian Astra di bidang keselamatan jalan yang dikemas secara menarik untuk pelanggan, masyarakat dan siswa.

 

sumber :

https://droidlover.com/

https://siti.co.id/