Penyakit yang Menular Pada Manusia

Penyakit yang Menular Pada Manusia

  1. Malaria

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh sejenis protozoa dari kelas sporozoa, genus Plasmodium. Ada 4 spesies Plasmodium yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia, yaituPlasmodium vivax, Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, plasmodium ovale.

Penularan penyakit melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa sporozoid infektif. Penularan lainnya adalah melalui trarisfusi darah, plasenta ibu atau jarum suntik. Penularan yang bukan melalui gigitan nyamuk, protozoa menginfeksi penderita bukan dalam bentuk sporozoid, tetapi dalam bentuk tropozoid. Setelah sporozoid masuk tubuh calon penderita, 5 sampai 7 hari kemudian, parasit berkembang biak di dalam sel-sel epitel hati dan kemudia akan memasuki sel darah merah.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah :

–        Mengobati penderita dan orang yang dalam tubuhnya mengandung parasit malaria,

–        Memberantas sarang nyamuk,

–        Memberantas nyamuk,

–        Dan mencegah gigitan nyamuk.

  1. Toksop lasmosis

Toksoplasmosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit sejenis protozoa, subfilum Sporozoa, kelas Toxoplasmea, yaitu Toxoplasma gondii. Infeksi parasit ini menimbulkan radang pada kulit, kelenjar getah bening, jantung, paru, mata,otak,dan selaput otak. Kucing merupakan sumber perantara infeksi bagi manusia. Kucing yang terinfeksi akan mengeluarkan tinja yang mengandung ookista toxoplasma. Ookista ini dapat menginfeksi manusia melalui makanan atau minuman yang tercemar tinja kucing tersebut yang mengandung ookista.

Penularan dapat juga terjadi dengan adanya kontak antara kulit dengan jaringan ekskreta binatang yang sakit. Penularan lain dapat pula terjadi pada pada bayi/janin yang didapat dari ibu selama bayi tersebut dalam kandungan atau melalui air susu. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan cara :

–        Memasak makanan dan minuman dengan sempurna

–        Mengobati hewan perantara, terutama kucing yang sakit

–        Menjaga kebersihan individu dan lingkungan.

  1. Kolera

Kolera adalah penyakit akut yang sangat menular, disebabkan oleh suatu kuman yang disebutVibro comma.penularan dapat secara langsung dari penderita melali tinja atau muntah. Penularan terjadi melalui saluran pencernaan. Gejala yang umum adalah penderita mengalmi diare dan muntah-muntah. Pada kasus diare, tinja mula-mula berbentuk normal, kemudian berubah menjadi tidak berwarna lagi  lalu berbuih-buih, akhirnya berbentuk seperti air beras. Untuk kasus muntah, muntahan pertama biasanya berupa makanan, kemudian berubah menjadi bentuk seperti air beras. Akibat adanya diare dan muntah ini, tubuh penderita akan kehilangan cairan tubuh.

Cara pencegahan adalah :

–        Mengisolasi penderita

–        Sterilisasi peralatan yang terkena tinja dan muntah penderita

–        Memberikan perlindungan sumber air minum

–        Memasak makanan dan minuman secara benar

–        Menghindari tercemarnya makanan

–        Menjaga kebersihan kelompok

  1. Demam Tifoid ( tifus atau paratifus)

Demam tifoid adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri  salmonela, yaitu salmonella typhi atau salmonella paratyphi A, B, dan C. Penderita yang ada dalam masa penyembuhan umumnya masih mengandung bibit penyakit di dalam kantung empedu maupun di dalam ginjalnya. Salmonella akan memasuki tubuh calon penderita melalui saluran pencernaan.

Tanda-tanda khas dari penyakit ini adalah demam, gejala-gejala keluhan pada perut , limpa, dan erupsi kulit. Pencegahan, penyakit ini dapat melalui perbaikan kebersihan individu dan lingkungan, mengusahakan penyediaan sarana air yang baik, dan memberikan vaksinasi .

  1. Difteri

Difteri adalah penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri bacillus, yaitu coryna bacterium diphtheria. Umumnya yang banyak terinfeksi penyakit ini adalah anak-anak. Penularan melalui titik ludah merupakan cara penularan yang paling utama. Penularan lain dapat pencemaran tangan, dan sapu tangan. Bagian tubuh yang dapat mengalami infeksi adalah tonsil, nasofaring, laring dan bagian saluran pernafasan atas lainnya. Gejala umum adalah demam, menggigil, dan badan lemah. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah imunisasi aktif dan pasif. Imunisasi aktif (vaksinasi) pertama sebaiknya sudah diberikan pada saat anak berusia 3 bulan, diberikan bersama-sama dengan imunisasi tetanus, pertunis, dan polio mielitis. Vaksinasi kedua diberikan 2 tahun kemudian, sedangkan vaksin yang ketiga diberikan pada waktu anak mulai masuk sekolah. Imunisasi pasif dilakukan untuk mendapatkan perlindungan selama 2-3 minggu.

  1. Disentri hasiler

Disentri hasiler adalah infeksi usus besar yang disebabkan oleh bakteri potogen, ada macam-macam spesies dan varian dari bakteri ini, genus Shigella shigae, Shigellaflexneri, Shigella boydii, shigella schnlitzei, shigella sonei. Kuman masuk kedalam tubuh melalui mulut. Gejala penyakit ini adalah penderita mengalami panas badan sampai 42 derajat C, mengeluh gangguan perut, mual, dan muntah. Diare dapat terjadi sebanyak 20-40 kali dalam sehari. Mula-mula tinja yang keluar tercampur dengan sedikit darah dan lendir, kemudian tinja hanya terdiri atas lendir berdarah yang mengandung hasil kikisan sel mukosa usus dan kuman-kuman. Nyeri perut semakin lama semakin hebat.

–        Usaha pencegahan dapat dilakukan :

–        Mengisolasi para penderita

–        Mensterilisasi peralatan tidur

–        Memberikan perlakuan desinfeksi terhadap tinja penderita

–        Melakukan pengawasan pembuatan makanan/ es yang menggunakan air mentah

–        Memasak air minum terlebih dahulu

  1. Tetanus

Tetanus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Clostridium tetani. Kuman tetanus terdapat di dalam tanah. Penularan terjadi melalui luka yang terbuka. Untuk menghindari terjadinya tetanus adalah dengan membersihkan dan mengeluarkan benda asing dari luka tersebut. Luka diberi antibiotic untuk membasmi infeksi dan mencegah pembentukan toksin. Gejala awal penyakit ini adalah mulut terkancing karena kejang otot muka. Kejang, kemudian menjalar kebagian leher, tulang belakang, otot dinding perut. Dan otot-otot lain secara menyeluruh. Kejang akan berulang-ulang dengan adanya rangsangan sinar, sentuhan atau dapat terjadi dengan sendirinya.

Untuk pengobatan, penderita biasanya diberi serum anti tetanus atau kortihosteroid dan serum antitetanus.

Usaha pencegahannya adalah :

–        Memberikan imunisasi

–        Merawat dan membersihkan luka serta membiarkan luka tetap terbuka

  1. Tuberculosis (TBC)

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi spesifik pada manusia dan hewan. Penyebab tuberculosis adalah Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium bovis, Mycobacterium avium, dan mycobacter ium microti. Gejala umum penderita penyakit ini adalah lemah badan, penurunan berat badan, meningkatnya suhu tubuh, berkeringan malam hari. Usaha yang dapat dilakukan untuk mencegahnya adalah :

–        Memberikan imunisasi aktif dengan vaksin BCG

–        Memberikan obat-obat antituberkulosis

–        Menuntaskan pengobatan terhadap penderita.

  1. Campak

Campak adalah sejenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus rubella. Sebagian besar penderita adalah anak-anak. Jika campak menyerang wanita hamil maka dapat menggangu kandungannya hinga terjadi keguguran. Penularan dapat melalui cairan yang behrasal dari mata, hidung, dan tenggorokan. Penyebaran virus melalui udara pada saat batuk, bersin, dan berbicara. Gejala penyakit ini adalah demam, sakit kepala, mata memerah dan berair, batuk, pilek, serak, bintik-bintik pada kulit dan ruam pada kulit. Ruam kulit mula-mula terjadi di daerah belakang telinga atau muka lalu menyebar ke seluruh badan dan akhirnya ke bagian kaki dan tangan. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian vaksinasi atau pemberian gamma globulin. Pemberian vaksinasi dapat memberikan imunitas yang cukup efektif. Pemberian gamma globulin dapat mencegah atau memperingan gejala klinis tetapi tidak memberikan imunitas yang efektif.

  1. Demam Berdarah Dengue

Demam Berdarah Dengue adalah penyakit demam yang disebabkan oleh virus dari genus Flavivirus, yaitu virus dengue. Vector penularannya adalah nyamuk Aedes aegypti. Gejala yang timbul adalah demam, sakit kepala, nyeri punggung, nyeri tulang dan persendian, rasa lemah, pendarahan pada kulit. Gejala tersebut dapat pula disertai muntah, diare, kejang, nyeri perut, dan pendarahan usus.

Pencegahan utamanya ditunjukan untuk memberantas nyamuk yang meenyebarkan penyakit ini. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan cara pemberantasan nyamuk yang paling baik dan tidak merusak lingkungan.

  1. Scabies

Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh serangga golongan kutu, yaitu Sareoptes scabiei. Serangga ini menggali parit-parit halus dalam bagian epidermis kulit sehingga kulit mengalami iritasi, kerusakan, dan menimbulkan gatal-gatal. Apabila garukannya menimbulkan luka, penderita bisa mengalami infeksi sekunder dan terjadi pemindahan parasit dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah menghindari kontak dengan penderita, mengobati penderita sesegera mungkin sampai sembuh, dan menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan.

  1. Ankylostomiasis ( infeksi cacing tambang )

Ankylostomiasis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh serangan cacing tambang,Ankylostoma duodenale, yang hidup di dalam usus halus dan menimbulkan pendarahan usus sehingga mengakibatkan anemia. Dalam waktu 1 minggu larva masuk  ke duodenum dan ileum. Sesudah 4 minggu sejak saat infeksi, cacing tambang menjadi cacing dewasa.

Gejala yang ditunjukan penyakit ini adalah adanya kelainan kulit pada daerah tempat larva masuk berupa gatal, adanya gejala bronchitis, batuk, sembelit, diare, wajah pucat dan bengkak, edema tangan dan kaki, perut buncit,mudah lelah, mual-mual, dan muntah-muntah.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah :

–        Mengobati secara tuntas penderita yang mungkin akan menjadi sumber infeksi,

–        Menjaga kebersihan lingkungan,

–        Mencegah infeksi dengan selalu memakai alas kaki,

–        Mengadakan pengobatan missal.

  1. Enterobiasisi (infeksi cacing kremi)

Enterobiasis adalah penyakit infeksi usus oleh cacing kremi. Enterobus vemicumicularis atau Odcyyuris vermiicularis.

Cacing dewasa  hidup di daerah sekum dan memakan isi usus serta bahan seluler (usus) setempat. Penularan melalui saluran pencernaan, yaitu telur cacing yang infektif tertelan melalui rongga mulut.

Gejala dan keluhan hanya timbul pada malam hari, yaitu cacing dewasa melakukan perpindahan ke daerah anus atau alat kelamin jika akan bertelur. Gejalanya berupa gatal-gatal di daerah anus sehingga penderita sukar tidur. Usaha-usaha untuk pencegahan infeksi penyakit ini adalah :

–        Memperhatikan kesehatan dan kebersihan individu, seperti memotong kuku, mencuci tangan sesudah buang air besar, membersihkan daerah sekitar dubur, dan cuci tangan sebelum makan,

–        Memperhatikan kesehatan dan kebersihan lingkungan,

–        Memberikan pengobatan kepada penderita dan keluarganya,

–        Menjemur, mencuci, dan menyetrika perlengkapan tidur dan pakaian.

  1. Amebiasis ( disentri amuba)

Penyakit ini merupakan penyakit perut yang banyak dialami orang di negeri kita ini. Amebiasis adalah penyakit infeksi yang terjadi terutama pada usus besar, dalam keadaan tertentu infeksi dapat menyebar ke hati, otak dan paru. Penyebab penyakit ini adalah sejenis protozoa dari kelas Rhizopoda, yaitu Entamoeba histolytica. Bentuk kista infektif masuk kedalam mulut bersama dengan makanan atau minuman yang tercemar. Setelah melewati lambung dinding kista akan pecah. Selanjutnya didalam jaringan submukosa usus besar bentuknya berkembang menjadi tropozoit. Salah satu gejala amebiasis adalah adanya darah dan lender pada tinja penderita. Penderita akan merasakan sembelit, dalam keadaan akut akan timbul nyeri di perut yang hebat. Penderita biasanya buang air besar sebanyak 68 kali sehari. Tinja penderita berbau menyengat, berwarna merah tua, berlendir dan ada darah.

Usaha-usaha pencegahan dapat dilakukan oleh individu maupun masyarakat. Dan memasak air minum dan makanan secara baik dan benar, mencegah pencemaran makanan dan minuman oleh lalat, lipas atau tikus, menjaga kebersihan diri dan alat-alat makan. Pencegahan yang dilakukan oleh masyarakat adalah mengadakan sistem pembuangan tinja dengan baik.

  1. Hepatitis oleh virus

Hepatitis adalah penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh virus. Ada 2 macam virus hepatitis, yaitu hepatitis A dan hepatitis B penularan hepatitis A dapat terjadi karena makan makanan tercemar tinja penderita, yang tidak dimasak atau kurang sempurna cara memasaknya. Penularan hepatitis B dapat terjadi melalui kontak badan, menggunakan sikat gigi/ alat makan penderita atau melalui makanan tercemar tinja penderita yang tidak dimasak atau dimasak kurang sempurna.

Gejala yang timbul pada masa prodromal tampak mirip dengan influenza, misalnya capek, sakit kepala, dan ada ingus. Gejala yang timbul pada masa ikterus adalah tidak ada nafsu makan, nyeri perut kanan atas,konjungtivis, pilek, dan faringitis.

Usaha-usaha pencegahan adalah :

–        Mencegah kontak dengan penderita

–        Menghindari pencemaran air minum dan makanan oleh bahan-bahan yang menularkan virus

–        Menjaga kebersihan lingkungan

–        Memeriksa orang yang akan menjadi donor darah

–        Memberikan gamma globulin atau vaksinasi

–        Mensterilkan peralatan kedokteran dan peralatan rumah tangga.

  1. Rabies (penyakit anjing gila)

Rabies adalah suatu keadaan yang disebabkan  oleh infeksi virus rabies. Virus ini hanya hidup dan berkembang biak di dalam jaringan saraf. Virus masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka atau lecet kulit yang tercemar air ludah binatang yang menderita rabies. Sumber infeksi yang utama adalh anjing. Ada pula binatang berdarah panas lain, terutama karnivora. Kelelawar dapat juga menjadi sumber infeksi. Jika seseorang mengalami gigitan anjing, hendaknya ia membersihkan bekas-bekas air liur anjing dari kulit sekitar bekas gigitan. Cara membersihkannya dengan menggunakan sabun, lalu beri larutan pekat hidrokhorida atau asam nitrat.

Usaha pencegahan adalah :

–        Memvaksin anjing, binatang-binatang karnivora

–        Mengarantina anjing yang datang dari daerah yang tidak bebas rabies.

  1. Panu (Tinea Versicolor)

Panu adalah sejenis penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penularan penyakit ini dapat terjadi akibat kontak langsung dengan penderita atau melalui pakaian, alat tidur, dan handuk. Gejala utamanya adalah bercak putih tak terbatas, bersisik halus, dan dapat meluas ke seluruh tubuh. Pada umumnya bercak putih tersebut tidak disertai rasa gatal.

Pencegahannya penyakit ini dapat dilakukan dengan mencap kebersihan individu, menghindari kontak langsung penderita, dan menghindari penggunaan peralatan tidur, mandi, serta pakaian penderita panu.